Artikel

Service AC Denpasar Bali

Service AC Denpasar Bali melayani Service Rutin dan Perbaikan kerusakan. Area layanan Service AC ; seluruh bali terutama daerah Denpasar dan Badung.
Area Denpasar : Sanglah, Sesetan, Sanur, Panjer, Renon, Kesiman, Padang sambian.
Area Badung : Nusa dua, Tanjung benoa, Jimbaran, Unggasan, Kedonganan, Dalung, Petitenget, Seminyak Canggu dll.

Service AC meliputi;

  1. Service Rutin berkala
  2. Perbaikan terhadap kerusakan karena tidak dingin ataupun ada komponen yang tidak normal berjalan.
  3. Bongkar Pasang AC (pemindahan indoor maupun outdoor AC karena sesuatu hal.

Service AC Rutin meliputi :

  • Cuci indoor dan outdoor, Pengecekan indikator / komponen AC indoor maupun Outdoor.
  • Cuci AC indoor terhadap kotoran yang menempel pada indoor secara keseluruhan (kisi-kisi evaporator, blower indoor, Pembersihan talang air dan saluran pembuangan indoor). Cuci Outdoor AC : Pembersihan kisi-kisi Kondensor AC, kipas Outdoor dan body fisik outdoor secara keseluruhan.

  • Pengecekan Suhu di ruangan dengan mengecek tingkat dingin dari hembusan pada blower indoor.
  • Pengecekan dengan Remote kontrol apa ada yang tidak normal. Pengecekan Outdoor yaitu tekanan Freon dan Ampere listrik dari kompresor AC.
  • Komponen yang dicek pada Indoor : Penggunaan Remote Kontrol, Indikator lampu pada indoor, Gerakan Swing indoor, suara yang ditimbulkan di indoor.
  • Komponen yang dicek pada Outdoor : Kondensor apa ada yang tidak normal. Tekanan Freon kompresor, Ampere listrik Kompresor, Gerakan Kipas Outdoor, suara yang ditimbulkan di Outdoor.

Service Kerusakan biasanya dilakukan analisa dahulu untuk menentukan langkah service selanjutnya.

Jenis AC yang kami layani untuk Service : Jenis AC Split, AC Standing Floor, AC Cassette, AC Ducting dll.

 

 

 

Mengapa AC Harus Di Service Padahal Masih Dingin

Berikut ini beberapa alasan kenapa service AC harus berkala:

  1. Karena Air Conditioner adalah salah satu jenis mesin pendingin yang memerlukan perawatan untuk menjaga kinerja kerjanya.
  2. Dari cara kerjanya yaitu pada unit indor menghembuskan udara dingin dan menghisap udara panas dari suatu ruangan, pada saat menghisap udara panas pasti debu-debu yang ada pada ruangan tersebut ikut terhisap dan akhirnya menempel pada filter atau evaporator indor.
  3. Kalau indoor mengeluarkan suhu dingin, ini kebalikannya, unit outdoor mengeluarkan udara panas dan menghisap udara dingin yang ada di luar dan pada proses menghisap udara dingin ini debu-debu di udara bebas pasti ikut terhisap dan akhirnya menempel pada kondensor unit outdoor.
  4. Apabila unit indoor kotor dengan banyaknya debu-debu yang menempel pada evaporator tentu ac tidak bisa dingin dengan maksimal karena tidak bisa leluasa mengeluarkan suhu dingin.
  5. Apabila kondensor outdoor banyak di penuhi dengan debu-debu atau kotoran, kerja compresor akan terasa berat dan bisa di pastikan Ampere / kekuatan mesin akan tinggi melebihi kapastitas  mesin tersebut.
  6. Dengan Perawatan sistem kerja AC akan menjadi lebih ringan, sehingga AC menjadi lebih awet dan kerusakan dini bisa diminimalisir.

Tambah ataupun Mengisi Gas Freon area Denpasar

Gas Freon yang ada di Sistem AC ibarat air yang ada di dalam tubuh kita. Kekurangan maupun kelebihan berefek buruk terhadap tubuh kita, atau kalau di Sistem AC, efeknya adalah AC menjadi tidak dingin kalau Freon kurang atau timbulnya masalah-masalah lain seperti Kompresor bisa mati akibat panas dari beratnya kompresor bekerja akibat Freon terlalu lebih. Sebelum Proses pengisian Gas Freon pastikan bahwa sistem AC tidak bocor sehingga Gas Freon yang nanti kita isi menjadi tidak mubazir ataupun terbuang. Alat-alat yang diperlukan tentunya harus di persiapkan telebih dahulu seperti; Tank ampere, manifold, kunci L, alat vakum, Gas Freon dalam tabung dll. Tahap pengisian adalah sebagai berikut; Pasang manifold pada pipa isap, cek berapa tekanan yang ada pada sistem kosong (tanpa Gas), pastikan sistem mencapai – 30 psi yang artinya tidak ada udara pada sistem. Pasang selang manifold pada tabung Gas, Pasang Tang Amper pada kutub positif. Buka perlahan-lahan tabung Gas sehingga masuk kedalam sistem. Lihat dengan seksama tekanan Gas yang ada, bila sudah mencapai 60 – 80 PSi, maka proses pengisian di hentikan. setelah stabil tutuplah bagian penghubung tabung dengan sistem pipa tembaga. Bandingkan ampere meter yang ada pada buku petunjuk dengan keterangan pembacaan dari alat tank ampere. bila sudah sesuai dengan buku petunjuk maka proses pengisian dapat dihentikan. Setelah pengisian selesai maka dilanjutkan dengan mengembalikan alat-alat keseperti semula. Ingat bahwa pengisian Gas Freon hanya dilakukan bila tekanan Gas Freon berada di bawah 60 – 80 Psi. Jangan ragu untuk menanyakan berapa tekanan Gas Freon anda saat di service, agar anda bisa menentukan pula apa perlu ditambah ataupun tidak.

By : Prima AC Bali Team

Ukuran Pipa AC

Pipa tembaga pada sistem AC bagaikan ban pada mobil.  Bila ban bocor maka mobil tidak bisa jalan. Pada sistem AC pipa merupakan penghubung antara outdoor AC dengan indoor AC. Peran pipa AC pada AC sangatlah vital untuk mendukung kinerja AC. Kualitas Pipa AC mempunyai pengaruh terhadap kinerja AC dalam waktu jangka panjang. Bila kualitas pipa AC rendah maka sangat rentan terjadi kebocoran yang berakibat Freon dalam sistem AC menjadi terbuang dan akibatnya freon akan habis. Bila ini terjadi maka tentunya AC tidak akan berfungsi.
Saat ini dengan diterapkannya aturan tentang penggunaan freon yang baru maka Freon AC yang dulunya R22 akan diganti dengan Freon R 32. Tekanan pada Freon R22 adalah biasanya 80psi, namun dengan Freon R32 tekanan yang standard adalah 150 psi. Perbedaan Tekanan ini tentunya mempengaruhi Pipa yang digunakan. Bila sebelumnya cukup dengan pipa standard maka untuk saat ini bila Freon yang digunakan adalah Freon R32, maka pipa yang digunakan pun harus yang lebih tebal, yaitu min 0.6mm atau dipasaran bisa digunakan Pipa Inverter.
Berikut ini ukuran pipa yang digunakan dilapangan:

  • Pipa set ukuran 1/4 + 3/8 untuk AC kapasitas (0.5 – 1 pk)
  • Pipa set ukuran 1/4 + 1/2 untuk AC kapasitas (1.5 – 2 pk)
  • Pipa set ukuran 1/4 + 5/8 untuk AC kapasitas (2 – 2.5 pk)
  • Pipa set ukuran 3/8 + 5/8 untuk AC kapasitas (3 – 4 pk)
  • Pipa set ukuran 3/8 + 3/4 untuk AC kapasitas (4 – 5 pk)
  • Pipa set ukuran 1/2 + 3/4 untuk AC kapasitas (5 – 6 pk)

    NB: ukuran diatas adalah ukuran merk tertentu, ada beberapa merk AC yang berbeda ukurannya, sebaiknya sebelum beli Pipanya, pastikan ukuran pipa dari buku petunjuk yang ada saat pembelian AC.

 

Ukuran Kapasitor AC Split

Ukuran kapasitor AC Split

Kapasitor merupakan alat elektronik yang dapat menyimpan muatan energy di dalam medan listrik, dengan cara mengumpukan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor pertama kali di temukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor di sebut dengan Farat (F). Satu farat = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan tersebut. Nama lain dari kapsitor adalah “Kondensator” (dalam bahasa italia condensatore). Kata kondensator pertama kali di sebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuan dari italia pada tahun 1782.Kapasitor AC

Fungsi Kapasitor Pada AC (Air Conditioner)… Pada AC ukuran kecil, atau dibawah 3 PK dan Single Phase, Kapasitor berfungsi sebagai starting penggerak atau penggerak pertama motor / kompresor. Besarnya kapasitor disesuaikan dengan besarnya motor / kompresor. Kapasitor ini bukan untuk mempercepat putaran motor. Kapasitor Kompresor ini sebagai penggerak pertama kompresor pada AC, sehingga besarnya ukuran kapasitor sendiri sesuai dengan besarnya kompresor (PK). Berikut data ukuran kapasitor untuk kompresor AC Split yang biasa kita temukan :

Ukuran Kapasitor uF (Micro) Ukuran Kompresor AC (PK)
Kapasitor 15 uF Kompresor 0,5 PK
Kapasitor 20 uF Kompresor 0,5 PK
Kapasitor 25 uF Kompresor 1 PK
Kapasitor 30 uF Kompresor 1 PK
Kapasitor 35 uF Kompresor 1,5 PK
Kapasitor 40 uF Kompresor 2 PK
Kapasitor 45 uF Kompresor 2 PK
Kapasitor 50 uF Kompresor 2,5 PK

Tips dan Cara Membeli Dan Memilih AC Second

AC second? Kenapa tidak?

Pilihan untuk membeli barang elektronik seperti AC tentunya banyak pertimbangan yang mesti kita perhatikan. Mahalnya produk AC baru tentunya perlu kita pertimbangkan bagaimana kalau yang dipilih adalah AC second. Berikut ini ada  Tips Cara Membeli Dan Memilih AC Second supaya nantinya tidak menyesal di kemudian hari, oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam memilih AC second dan harus benar-benar teliti sebelum kita beli. Tips Cara Membeli Dan Memilih AC Second

CEK LIST UNIT INDOOR

  1. CEK FISIK – ADA YANG CACAT APA TIDAK
  2. CEK EVAPORATOR – ADA KEBOCORAN APATIDAK
  3. CEK REMOTE – ADA APA TIDAK
  4. CEK CONECTION INSTALATION – ADA NEMPEL SAMBUNGANNYA APA TIDAK
  5. CEK MAU TRANFER LISTRIK KE UNIT OUTDOOR APA TIDAK

CEK LIST UNIT OUTDOOR

  1. CEK FISIK – ADA YANG CACAT APA TIDAK
  2. CEK COMPRESSOR – MASIH ORIGINAL APA TIDAK
  3. CEK PRES BALIK APA TIDAK
  4. CEK CONDENSOR – ADA KEBOCORAN APA TIDAK

Kami rasa itu saja sudah cukup untuk Tips Cara Membeli Dan Memilih AC Second, apabila ada yang belum bisa dimengerti anda bisa tanyakan atau berkonsultasi dengan kami dengan cara menghubungi Contact kami.

Sistem Kerja AC Split

Sistem Kerja AC Split

Pada Prinsipnya sistem kerja AC Split sama dengan mesin pendingin model lainnya. Prinsip kerjanya adalah menyerap panas udara di dalam ruangan yang didinginkan, kemudian melepaskan panas keluar ruangan. Jadi pengertian AC Split adalah seperangkat alat yang mampu mengkondisikan suhu ruangan sesuai yang kita inginkan, terutama mengkondisikan suhu ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya.

Pada Air Conditioner, udara rungan terhisap disirkulasikan secara terus menerus oleh blower (pada indoor unit) melalui sirip evaporator yang mempunyai suhu yang lebih dingin dari suhu ruangan, saat udara ruangan bersirkulasi melewati evaporator, udara ruangan yang bertemperatur lebih tinggi dari evaporator diserap panasnya oleh bahan pendingin/refrigeran (evaporator), kemudian calor yang diterima evaporator dilepaskan ke luar ruangan ketika aliran refrigeran melewati condenser (unit outdor).

Jadi , temperatur udara yang rendah atau dingin yang kita rasakan pada ruangan sebenarnya adalah sirkulasi udara di dalam ruangan, bukan udara yang dihasilkan oleh perangkat AC Split. Unit AC hanyalah tempat bersikulasinya udara ruangan yang sekaligus menangkap kalor (panas) pada udara ruangan yang bersirkulasi melewati evaporator hingga mencapai temperatur yang diinginkan.

Komponen AC Split: 1. Bagian indor . Pada AC Split pada bagian indoor unit AC Split umumnya terdapat komponen utama yaitu : Evaporator Pada mesin pendingin AC Split evaporator terbuat dari pipa tembaga dengan panjang dan diameter tertentu yang di bentuk berlekuk – lekuk agar menghemat tempat dan lebih efektif menyerap panas dari udara ruangan yang bersirkulasi melaluinya. Karena pipa evaporator dilewati refrigerant yang memiliki suhu yang sangat rendah, maka suhu evaporator mejadi rendah (dingin) dengan kisaran suhu hingga mencapai 5°C dengan begitu, suhu udara ruangan akan menjadi rendah (dingin) ketika melewati evaporator.

Motor Blower & Motor Pengatur Aliran Udara (motor stepper) Motor Blower berfungsi untuk mensirkulasikan udara dalam ruangan, sehingga udara ruangan dapat bersirkulasi melewati evaporator, setelah udara melewati evaporator aliran udara di arahkan ke ruangan oleh pengatur aliran udara (motor Stepper). Blower akan bekerja sampai temperatur udara ruangan sesuai keinginan. Dengan kata lain blower akan berhenti kerja (Off) ketika temperatur udara ruangan mencapai suhu yang kita inginkan (setting suhu pada pengaturan remote kontrol AC Split).

Saringan ( filter ) Udara Pada Indoor AC Split Saringan (filter udara) berfungsi menyaring udara yang melewati evaporator, sehingga udara yang bersirkulasi dalam ruangan menjadi lebih bersih. Pada unit AC Split model baru juga dilengkapi dengan filter anti bakteri atau anti racun untuk menangkal bibit penyakit dan menyaring polutan berbahaya bagi tubuh manusia yang terbawa melalui udara ruangan.

Kontrol Panel Electric & Sensor Suhu (thermistor) Pada bagian indoor AC Split terdapat Kontrol Panel Electric dan sensor suhu (thermistor) yang berfungsi mengatur kerja mesin pendingin secara keseluruhan yang meliputi mengatur kerja blower, motor pengatur aliran udara, compressor, fan outdor dan fungsi timer.

2. Bagian outdoor. Pada bagian outdoor AC Split secara umum terdapat terdapat komponen utama, yaitu : Kondensor Ketika refrigeran keluar melewati bagian indoor AC Split (evaporator), kalor (panas) udara ruangan yang terbawa akan dilepaskan di bagian kondensor. Serupa dengan evaporator, kondensor terbuat dari pipa tembaga yang dibuat berkelok – kelok dan dilengkapi sirip – sirip yang bertujuan untuk melepas kalor udara berjalan dengan efektif dan kalor (panas) udara yang terbawa oleh refrigerant (Freon) lebih cepat dilepaskan atau dibuang ke udara bebas (luar ruangan).

Kipas (fan) Pada bagian kondensor AC Split juga dilengkapi dengan kipas (fan). Fungsinya adalah membuang panas pada kondensor ke udara bebas.

Accumulator Accumulator pada mesin pendingin berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran yang masuk ke kompresor tetap dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.

Kompresor Kompresor AC Split berfungsi mensirkulasikan aliran refrigeran. Dari kompresor refrigerant (Freon) akan dipompa dan dialirkan menuju komponen utama AC Split yaitu : kondenser, pipa kapiler, evaporator dan kembali lagi ke kompresor. Refrigeran secara terus menerus melewati 4 komponen utam AC.

Saringan Refrigeran (strainer) Setelah melepaskan kalor (panas) di kondensor, refrigeran akan dipompa oleh kompresor menuju ke filter (strainer) Agar kotoran yang terbawa oleh refrigeran tidak ikut terbawa ke pipa kapiler. Jika kotoran ( seperti karat atau serpihan logam ) terbawa kedalam pipa kapiler, bisa menyebabkan kerusakan kompresor dan penyumbatan yang menyebabkan sistem pendingi tidak bekerja optimal.

Pipa Kapiler Pipa Kapiler / Katup ekspansi pada unit AC Split berfungsi menurunkan tekanan refrigeran sehingga merubah wujud refrigerant cair menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup ekspansi / pipa kapiler dan memasuki evaporator.

Sirkulasi Refrigeran (bahan pendingin / Freon) di dalam AC Split Pada AC Split Refrigeran (Freon) merupakan zat atau bahan yang bersikulasi secara terus menerus melewati komponen utama sistem pendingin (kompresor, kondenser, pipa kapiler, dan evaporator). Bahan pendingin atau refrigeran tidak akan berkurang selama tidak terjadi kebocoran pada sitem pendingin. Saat melewati komponen utama pendingin, refrigeran akan mengalami perubahan wujud, temperatur dan tekanananya. Sirkulasi refrigeran dalam unit AC disebut siklus refrigerasi kopresi uap. Sekarang mari kita tinjau sirkulasi refrigeran pada komponen utama AC.

Dari skema kerja refrigeran, kita coba membagi ke dalam empat tahapan proses kerja.

  1. Proses kompresi. Proses kompresi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran meninggalkan evaporator (Proses 1–2). Masuknya refrigeran (bahan pendingin / freon) kedalam kompresor melalui pipa masukan kompresor (intake). Dilihat dari wujud, suhu, dan tekanan, ketika akan masuk kedalam kompresor , refrigeran berwujud gas atau uap, bertemperatur rendah dan bertekanan rendah. Selanjutnya, melalui kompresor, refrigeran dikondisiskan tetap berwujud gas, tetapi memiliki tekanan dan suhu tinggi. Hal tersebut bisa dilakukan karena kompresor dapat mengisap gas dan mengkompresi refrigeran hingga mencapai tekanan kondensasi. Setelah tekanan dan suhu refrigeran diubah, selanjutkan refrigeran dipompa dan di alirkan menuju kondenser.
  2. Proses penurunan tekanan. Proses penurunan tekanan refrigeran dimulai ketika refrigeran meninggalkan kondenser (proses 3–4). Didalam pipa kapiler, terjadi proses penurunan tekanan refrigeran sehingga refrigeran yang keluar memiliki tekanan yang rendah. Selain itu, pipa kapiler juga berfungsi mengontrol aliran refrigeran di antara 2 sisi tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi dan rendah. Selanjutnya, refrigeran cair yang memiliki suhu dan tekanan rendah di alirkan menuju evaporator. Proses ini disebut proses pendinginan.
  3. Proses Evaporasi. Proses evaporasi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran akan masuk ke dalam evaporator. Dalam keadaan ini, refrigeran berwujud cair, bertemperatur rendah, dan bertekanan rendah. Kondisi refrigeran semacam ini dimanfaatkan untuk mendinginkan udara luar yang melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif mendinginkan udara ruangan, di gunakan blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi udara agar melewati evaporator. Proses yang terjadi pada pendinginan udara ruangan Adalah : Proses penangkapan kalor (panas). Udara ruangan yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan refrigeran yang mengalir didalam evaporator. Karena evaporator menyerap panas udara di dalam ruangan, wujud refrigeran cair dalam evaporator akan menjadi wujud gas, Selanjutnya, refrigeran akan mengalir menuju ke kompresor . Proses ini terjadi berulang dan terus menerus sampai suhu atau temperatur ruangan sesuai dengan keinginan.
  4. Proses kondensi. Proses kondensasi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran meninggalkan kopresor (proses 2–3). Refrigeran berwujud gas yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan menuju kondensor . Didalam kondensor, wujud gas refrigeran berubah menjadi wujud cair, panas yang di hasilkan refrigeran dipindahkan ke udara luar pipa kondensor . Agar proses kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang dapat menghembuskan udara luar tepat dipermukaan pipa kondensor. Dengan begitu , panas pada refrigeran dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah melewati proses kondensai, refrigeran menjadi berwujud cair yang bertemperatur lebih rendah, tetapi tekanannya masih tinggi. Selanjutnya, refrigeran dialirkan menuju ke pipa kapiler.

Penyebab Outdoor AC Mati Atau Tidak Nyala

Penyebab Outdoor AC Mati Atau Tidak Nyala Unit indoor nyala tapi kok tidak ada hawa dingin sama sekali? Setelah dicek outdoornya, ternyata kipas nyala tapi kompresornya tidak nyala. Berikut ini beberapa penyebab kompresor outdoor AC mati tidak berfungsi atau tidak nyala :

  1. Kapasitor Starting Lemah Atau Tidak Kuat Untuk Start Mesin.

Dalam sebuah kompresor di bawah 3 phase atau dalam ukuran 1/2 – 2 PK ada alat yang namanya kapasitor yang berfungsi untuk start mesin, biasanya ini di tandai dengan kipas outdoor nyala, tapi kompresor tidak nyala atau cuma berdengung saja.

  1. Thermise Otomatis Tidak Berfungsi.

Thermise ini terletak di dalam unit indoor AC yang berfungsi untuk mengatur kerja kompresor sesuai dengan suhu temoperatur yang ada pada display remote / sensor ac. Apabila thermise ini tidak berfungsi maka unit indoor tidak akan bisa mengirim arus listrik ke kompresor yang tentunya akan membuat AC juga tidak dingin. Dan biasanya di tandai dengan kipas dan outdoor tidak nyala barengan dengan kompresor mati.

  1. Overload Kompresor Putus Atau Rusak.

Sebuah mesin kompresor biasanya di lengkapi dengan alat yang namanya overload, overload ini berfungsi untuk memutuskan arus yang masuk ke kompresor apabila kompresor mengalami kelebihan panas karena ampare tinggi.

  1. Tegangan Listrik tidak Stabil ke Kompresor

Kompresor biasanya memiliki voltase yaitu 220, apabila terjadi terjadi tegangan tinggi / rendah maka kompresor tidak akan bisa bekerja maximal dan tentu akan membuat AC tidak dingin, saya sarannya untuk memakai stabilizer untuk masalah ini.

  1. Ada Kabel Kiriman Dari Indoor Yang Putus.

Jangan lupa untuk mengecek kabel kiriman dari indoor barangkali ada kabel yang putus, atau ada sambungan kabel yang kurang kuat.

  1. Ampere Kompresor Tinggi Melebihi Batas Maximal.

Sebuah kompresor memiliki batas kekuatan (ampere), apabila ampere ini melebihi batas normal sebuah kompresor maka mesin akan mati, dan untuk cara mengatasinya mungkin anda sudah waktunya untuk ganti AC / kompresor yang baru.

Penyebab Kompresor AC Cepat Rusak

Kompresor adalah alat yang paling utama dalam sistem kerja AC. Kompresor adalah penggerak refrigran agar dapat bersirkulasi dalam sistem AC. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kompresor rusak yaitu: 
1. Kelebihan Beban
Terjadi karena adanya gas yang telalu banyak untuk dipompa oleh kompresor sehingga kompresor tidak mampu memompa lagi mengakibatkan putaran rotor berhenti/pelan dan arus sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan kompresor rusak.
2. Kehabisan Oli
Terjadi karena adanya kebocoran pada sistem refrigran sehingga oli keluar dari sistem refrigran yang mengakibatkan mesin berputar tanpa pelumas dan mengakibatkan panas yang berlebih, panas yang sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan overload rusak. 
3. Arus dan Tegangan
Sangat menentukan kerusakan yang terjadi pada kompresor, walau pun kompresor baru kalau arus dan tegangan tidak sesuai dapat mengakibatkan kerusakan, sebab kumparan motor sangat peka dengan arus dan tegangan. 
4. Kapasitor Mati
Kapasitor adalah alat yang digunakan untuk menggeser fasa sehingga kutub bantu mempunyai kecendrungan ke kanan atau ke kiri karena itulah kapasitor sangat berperan penting pada motor kapasitor, sehingga kalau kapasitor mati rotor tidak dapat berputar karena tidak mempunyai kecendrungan yang mengakibatkan lilitan terbakar karena terjadi arus pendek pada lilitan (kompresor 1 fasa dibawah 1/2 PK menggunakan PTC dan 1/2 PK keatas menggunakan kapasitor, fungsi PTC hampir sama dengan kapasitor hanya saja PTC tidak menimbulkan pergeseran fasa hanya memberikan kutub bantu yang muncul beberapa detik saja sedangkan kompresor 3 fasa tidak menggunakan kapasitor atau PTC) 
5. Kebuntuan
Terjadi pada sirkulasi refrigran dapat menyebabkan kompresor bekerja sangat keras sebab pada pipa tekan, tekanan menjadi sangat tinggi dan pada pipa hisap menjadi sangat rendah, hal ini menyebabkan kompresor overload karena kelebihan beban. Kebuntuan dapat terjadi pada semua bagian sirkulasi refrigran namun yang paling sering terjadi kebuntuan adalah pada expansi sebab expansi adalah bagian yang paling kecil jalurnya dibanding yang lain. Kebuntuan dapat diatasi dengan flasing atau mengganti bagian yang buntu. 
6. Salah Pengisian refrigran atau oli
Kompresor dirancang sedemikian rupa oleh pabrik untuk diisi dengan refrigran dan oli tertentu saja, jika kompresor diisi dengan refrigran dan oli yang tidak ada pada ketentuan dapat mengakibatkan komponen-komponen yang ada kompresor menjadi rusak karena tidak cocok dengan refrigran dan oli. 
7. Aus dan karat (korosi)
Kompresor yang sudah tua sering menimbulkan keausan dan karat hal ini adalah wajar jika kompresor sudah berusia 5-10 tahun.
Keausan yang terjadi pada kompresor biasanya pada piston ini ditandai dengan tidak dinginnya evaporator, arus kecil, tekanan freon pada pipa tekan dan pipa hisap tidak jauh berbeda.
Karat dapat terjadi pada body kompresor dan dapat menimbukan bocor pada kompresor. Kompresor yg telah aus atau berkarat sebaiknya diganti.

Penyebab Ampere Kompresor AC Tinggi

Seringkali teknisi AC memberikan penilaian bahwa ampere yang tinggi adalah indikator kompresor AC telah mengalami kerusakan atau bahkan mati. Sebenarnya penyebab dari ampere kompresor yang tinggi dapat disebabkan beberapa hal yaitu :

  1. Kondensor dan evapurator yang kotor.
  2. Terjadi kebuntuan pada pipa kapiler dalam unit outdoor.
  3. Rusaknya atau menurun nya nilai komponen kapasitor AC.

Jika terjadi nila ampere outdoor , sebagai teknisi sebaiknya dilakukan hal – hal yang ringan sesuai dengan petunjuk penanganan unit AC yang bermasalah, lakukan tindakan sebagai berikut :

  1. Cuci unit indoor dan outdoor. Setelah dilakukan pencucian , chek tekanan freon pada unit AC, jika tekanan melebihi maka dapat menyebabkan AMPERE pada kompresor naik, jika berlebihan turunkan tekanan AC menjadi 60 – 75 psi. jika ampere masih tinggi maka lakukan tindakan kedua,
  2. Kemungkinan terjadi penyumbatan pada pipa kapiler pada unit outdoor, lakukan tindakan FLUSHING dengan menggunakan R11, flushing bagian unit Indoor maupun Outdoor, hal ini kemungkinan olie dalam kompresor sudah masuk kedalam sistem pipa AC.
  3. Jika setelah dilakukan flushing, ampere masih tinggi, coba chek kapasitor starting kompresor dengan menggunakan capasitor tester, jika rusak gantilah dengan kapasitor yang sesuai dengan nilainya.
  4. Jika masih tinggi, maka pada kumparan kompresor AC sudah rusak, maka HARUS diganti kompresor yang sesuai dengan kapasitasnya.