Kelemahan AC Inverter

Secara Teori AC Inverter memang bisa lebih irit dibandingkan dengan AC Non Inverter karena pengaturan pendinginannya diatur oleh speed compressor ( PCB ), tidak seperti AC Non Inverter yang pengaturannya diatur oleh thermostat melalui coil thermistor dan thermistor suhu ruangan.

Tetapi tahukah anda mengenai kelemahan dari sistem Inverter?

1. Bila suhu ruangan sudah mencapai target yang diinginkan pada setting remote, pada AC Non Inverter, Outdoor akan berhenti beroperasi. Tetapi pada AC Inverter, outdoor atau compressor akan tetap beroperasi pada low speed yang membuat tekanan pada sistem menjadi rendah sehingga oli yang mengalir bersama freon tidak secepatnya kembali pada compressor. Ini akan membuat mekanik compressor akan kekurangan oli compressor pada saat low speed compressor.

2. Penempatan PCB Inverter pada Outdoor unit, yang di dalamnya sudah pasti bersuhu panas karena sengatan matahari (bila penempatan outdoor terkena sengatan matahari), hantaran panas dari condensor, dan hantaran panas dari suhu compressor membuat ketahanan componen elektronika pada PCB Inverter tidak dapat bertahan lama.

3. Ruang PCB Inverter yang terletak pada outdoor unit tidak rapat, dapat dimasuki oleh binatang seperti tokek, cicak, kecoa dll.

4. Gulungan kawat compressor Inverter daya tahannya kurang kuat dibandingkan dengan gulungan kawat compressor AC non Inverter.

5. Kapasitas pendinginannya antara 40-100% (tergantung quality control pada AC Inverter yang anda beli) karena keterbatasan kembalinya oli ke compressor.


6. Motor switching yang mudah rusak.

7. AC Inverter menggunakan freon R410a yang sudah pasti lebih mahal untuk biaya pengisian freonnya (bila terjadi kebocoran freon), dibandingkan dengan AC Non Inverter yang masih menggunakan freon R22.